Nama : Ferdian
Triady
NIM :
1205102010082
Kelas : SEP
1
KETERKAITAN RUKUN ISLAM DENGAN KOMUNIKASI
Rukun Islam
dikaitkan dengan:
·
Unsur-unsur
komunikasi dalam Al-quran
·
Jenis-jenis
komunikasi
·
Hambatan
komunikasi dalam Al-Quran
·
Komunikasi
Intra Personal
Komunikasi
adalah proses penyampaian fikiran atau perasaan oleh seseorang kepada orang
lain dengan menggunakan lambing-lambang yang bermakna bagi kedua belah pihak
dengan menggunakan media tertentu untuk merubah sikap seseorang atau jumlah orang
sehingga ada efek tertentu yang diharapkan
Unsur-UnsurKomunikasi adalah:
·
Sumber
(source)
·
Pesan
(message)
·
Saluran
(channel)
·
Penerima
( received)
·
Efek
balik ( effect)

Dan Kami turunkan air dari langit
menurut suatu ukuran; lalu Kami jadikan air itu menetap di bumi, dan
sesungguhnya Kami benar-benar berkuasa menghilangkannya. (QS
Al-Mu’minun:21)
Ayat di atas bersumber dari Al-Quran yang difirmankan
oleh Allah Swt, yang berisi pesan agar
semua makhluk dapat mensyukuri nikmat yang telah diberikan dan dimanfaatkan untuk keperluan seluruh
makhluk yang ada di muka bumi. Allah menurunkan surah itu kepada Nabi Muhammad
melalui perantara(Komunikasi Nonverbal) malaikat untuk disampaikan kepada umat Nabi
Muhammad Saw. Manusia sebagai penerima
harus dapat mempelajari dan mengamalkan apa yang telah diperintahkan. Setelah
menerima pesan tersebut, manusia harus mengamalkannya agar terjadi efek balik antar umat dengan sang
pencipta. Maksudnya mengerjakan segala perintahnya dan menjauhi semua
larangannya.
Komunikasi dalam
Al-Quran maksudnya adalah komunikasi dengan sang pencipta, artinya berinteraksi
atas perintah Allah seperti yang tersebut dalam rukun Islam yaitu:
1. Mengucapkan Dua Kalimat Syahadat

Allah Swt berfirman: “Dan sungguh Kami telah mengutus Nuh kepada
kaumnya, lalu dia berkata, “Wahai kaumku! Sembahlah Allah, (karena) tidak ada
tuhan (yang berhak disembah) bagimu selain Dia. Maka mengapa kamu tidak
bertakwa (kepada-Nya)?” (QS Al-Mu’minun: 23)
Syahadat adalah bagian yang fundamen atau fondasi utama dalam
akidah seseorang muslim karena syahadat ini memiliki nilai-nilai dan pengaruh
besar dapat melakukan ibadah kepada Allah dan hijjah yang nyata. Dalam arti lain Syahadat ialah pengakuan atau penyaksian muslim yang sebenarnya
yakni saksi dzahir dan batin. Oleh karena itu, merupakan suatu kewajiban
seorang muslim mengucapkan dua kalimat Syahadat
Syahadat
merupakan salah satu bentuk komunikasi umat manusia terhadap Sang Pencipta
dan kepada sang pehulu. Syahadat bersumber
dari Allah Swt (Al-quran), umatnya sebagai penerima pesan, dan kita sebagai
penerima pesan tersebut harus mengamalkan ucapan Syahadat dalam kehidupan sehari-hari untuk mencari keridhaan di
dunia maupun akhirat. Tapi karena jaman sudah canggih, kebanyakan kita
melupakan ucapan Syahadat dalam
kehidupan sehari-hari. Kita lebih menghabiskan waktu untuk kepentingan dunia
ketimbang akhirat.
Allah berfirman: Dia (Allah) berfirman: ”Tidak lama lagi
mereka pasti menyesal. “Lalu mereka benar-benar dimusnahkan oleh suara
mengguntur dan Kami jadikan mereka (seperti) sampah yang dibawa banjir. Maka
binasalah orang-orang zalim. (QS Al-Mu’minun: 40-41)
Apabila kita sebagai umat
yang takut akan azab dari-Nya amalkanlah Syahadat
dalam kehidupan sehari-hari. Niscaya Allah akan memasukkan hamba-Nya ke dalam
pintu syurga dan di jauhi oleh-Nya pintu neraka
2. Mendirikan Shalat
Allah Swt berfirman: (Yaitu) orang yang khusyu’ dalam sholatnya. (QS
Al-Mu’minun: 2)
Shalat adalah ibadah utama
dalam Islam. Sekaligus actual dari penghambaan total yang pertama kali wajib
untuk dilaksanakan oleh setiap muslim yang telah mengucapkan dua kalimat syahadat, baligh, dan sehat secarajasmani dan rohani. Tanpa
melaksanakan shalat, maka seseorang tidak bisa dikatakan seorang muslim.
Karena, jika seorang manusia tidak menjalankan shalat dan tidak bisa menjadikan
shalat sebagai jiwa dalam hidupnya, maka artinya, ia belum dapat dikatakan
menjalankan ibadah Allah Swt atau dengan kata lain manusia itu bukan seorang
muslim.
Sebuah Hadist meriwayatkan:
Artinya: Abi Sufyan berkata, “
Jabir pernah mendengar Rasulullah Saw bersabda, ‘Sesungguhnya yang menegaskan
syirik dan kafirnya sesorang itu adalah ketika ia meninggalkan shalat”’.
(HR.Muslim)
Dari segi bahasa, shalat
mengandung pengertian sebagai doa. Sedangkan menurut syariat, shalat berarti
perkataan dan perbuatan ibadah kepada Allah Swt yang diawali Takhbiratul Ihram dan diakhiri dengan Salam. Pelaksanaan ibadah shalat sangat
dianjurkan agar dilaksanakan dengan khusyuk
(tunduk dan tawadhu’) hanya kepada Allah Swt. Walau berat, namun
sesungguhnya shalat dapat ditunaikan dengan kekhusyu’an, maka seseorang hamba
akan mencapai puncak spiritual tertinggi di dalam ibadah ini. Sedangkan dalam
melakukan seluruh tata cara ritual ibadah shalat, semua gerakan dan bacaan
shalat yang telah diatur sedemikian rupa, tidak boleh diubah-ubah. Pendeknya
aturan dalam tata cara shalat adalah baku dan mutlak. Alasannya, karena tata
cara shalat memang telah diatur sedemikian rupa oleh Allah Swt agar seorang
hamba dapat memuji dan mengingat serta mengakui keberadaan-Nya.
Perintah shalat disampaikan dari Allah kepada
Rasulullah Muhammad Saw secara langsung (Komunikasi
verbal) pada malam Mi’raj. Awalnya Allah Swt memerintahkan umat Nabi
Muhammad Saw untuk shalat sebanyak 50 kali. Kemudian, Rasulullah Saw memohon
agar dikurangi jumlahnya sehingga menjadi 5 waktu saja, tanpa mengurangi
pahalanya.
Dari Anas bin Malik ra
berkata, Shalat diwajibkan kepada Nabi
Muhammad Sawpada malam Isra Mi’raj sebanyak 50 kali, lalu dikurangi menjadi 5
kali. Kemudian Allah berfirman: “Wahai
Muhammad, seseungguhnya perkataan ini tak akan terganti lagi dan sesungguhnya
dengan 5 (shalat) ini kamu akan mendapatkan (pahala) 50 (shalat). (HR .
At-Turmidzi)
Terkadang
kita selalu Menghambat Komunikasi kita
kepada sang Pencipta. Seperti shalat, kita selalu menghabiskan waktu untuk
kepentingan dunia dari pada shalat berjama’ah yang membutuhkan waktu tidak kurang
dari 10menit.
Walau begitu, keutamaan
shalat hendaknya hanya dijadikan motivasi bukan penyebab utama. Seorang muslim
yang khusyu’ akan merasa senang dan bahagia hanya karena bisa berkomunikasi
dengan Allah Swt hanya melalui sarana shalat dan ia mampu menjadi tentram dan
bahagia karenanya.
3. Berpuasa di Bulan Ramadhan
Sebuah Hadist meriwayatkan: Jika bulan ramadahan telah datang (masuk), maka dibukalah pintu-pintu
(rahmat Allah) dari langit, pintu neraka ditutup dan setan- setan dibelenggu
(HR. Bukhari – Muslim).
Note: Hadist ini menunjukkan banyaknya yang akan
diberikan oleh Allah Swt serta banyaknya ampunan Allah pada waktu Ramadhan
![]() |
Artinya: Hai orang-orang beriman!
Berpuasalah kamu sebagaimana orang-orang sebelum kamu, agar kamu menjadi orang
takwa (QS Al-Baqarah: 183)
Puasa dapat diartikan menahan diri dari
segala sesuatu yang dapat membatalkannya dari terbitnya fajar sampai terbenamnya
matahari.
4.
Membayar zakat
Allah berfirman dalam
Al-Qur’an:
![]()
laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan
tidak (pula) oleh jual beli dari mengingati Allah, dan (dari) mendirikan
sembahyang, dan (dari) membayarkan zakat. Mereka takut kepada suatu hari yang
(di hari itu) hati dan penglihatan menjadi goncang.(QS An-Nur:37)
|
Ayat di atas menjelaskan
tentang kita dianjurkan untuk membayar zakat, apabila seseorang telah cukup
akan hartanya atau lebih harus dikeluarkan hak zakatnya, tetapi apabila dia
orang yang kurang mampu atau tidak memiliki harta, maka diwajibkan atasnya
untuk menerima zakat.
Dll.
5. Naik Haji Bagi Yang Mampu

Sesungguhnya Shafa dan
Marwah itu adalah daripada syiar-syiar Allah jua. Maka barangsiapa
yang naik haji kerumah itu atau umrah, tidaklah mengapa bahwa dia keliling
pada keduanya. Dan barangsiapa yang menambah kerja kebaikan, maka sesungguhnya
Allah adalah Pembalas terimakasih, lagi Maha Mengetahui.(QS Al-Baqarah:158)
Dari ayat tersebut, wajib bagi seseorang yang mempunyai harta melimpah untuk pergi haji ke tanah suci. Tidak dipaksakan kepada yang kurang mampu untuk pergi haji. Apabila kita telah naik haji maka lengkaplah sudah rukun Islam yang terakhir.
Dari ayat tersebut, wajib bagi seseorang yang mempunyai harta melimpah untuk pergi haji ke tanah suci. Tidak dipaksakan kepada yang kurang mampu untuk pergi haji. Apabila kita telah naik haji maka lengkaplah sudah rukun Islam yang terakhir.
Komunikasi intrapersonal
Komunikasi intrapersonal yaitu informasi yang terjadi di dalam
diri sendiri. Dalam teori komunikasi intrapersonal ada 4 yaitu:
·
Sensasi
Sensasi merupakan proses penafsiran yang
melalui alat indra yang diterjemahkan oleh otak kemudian terjadilah proses
sensasi. Contohnya, dalam membaca Al-Qur’an setelah kita tahu maka kita
mempraktikan di dalam kehidupan. Seperti, shalat, sedekah, puasa, dll.
·
Persepsi
Persepsi merupakan penilaian seseorang
tentang objek, peristiwa, atau hubungan yang diperoleh dengan menyampaikan
pesan. Contohnya, saat kita mengerjakan suatu kebajikan, apakah orang yang
menilai kita sudah benar atau masih kurang.
·
Memori
Memori merupakan system yang berstruktur
yang menyebabkan organism sanggup merekam fakta dan menggunakan untuk
membimbing perilaku. Contoh, naik haji ke tanah suci
·
Proses
Berfikir
Proses berfikir mempengaruhi kita dalam
menafsirkan pesan. Contoh, kita mengerjakan suatu kegiatan, sebelum bertindak
kita berfikir dahulu sebelum melakukannya. Karena apakah tindakan kita
berdampak positif atau negative terhadap public.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar